Kopi Oh Kopi...

Kopi adalah Salah satu cairan yang wajib menyertai hari hari kopral,tanpa kopi entahlah...mungkin Naga bonar akan berkata apa kata Dunia ?? wakakakaak..

Minum kopi bukan lagi menjadi hobby,tapi sudah menjadi kewajiban bagi pribadi,bahkan jika ditanya ukuran wajibnya, maka tanpa bermaksud lebay,pribadi akan menjawab sama wajibnya minum air putih.

mungkin bukan hal aneh tentunya,mengingat kebersamaan denga minuman berwarna hitam ini telah mencapai usia ke 13 tahunnya,lumayan lama,dengan rata rata 6 gelas sehari semalam ( 1 gelas kopi = 3 sendok makan kopi + 1 sendok makan gula pasir ).




Nikmat dan kesegaran...ya itulah rasanya jika kopi itu ada dan terkomsumsi oleh raga ini,tapi tahukah sahabat bagaimana rasanya jika ini tidak terpenuhi ?

sekali lagi tanpa bermaksud lebay kesakitannya teramat sangat luar biasa pada kepala, entah bagian mananya yang pasti secara singkat gambarannya yang terasa oleh pribadi adalah :

  • wajah akan terasa sangat Tebal

  • mata seakan mau mencelat pada saat menunduk 

  • leher hingga ubun ubun berdenyut secara cepat dan menyakitkan

  • Kesakitan berlangsung secara terus menerus hingga tertidur,dan akan berakhir setelah terbangun dari tidur disertai badan yang teramat sangat pegel.

jika sudah begitu umumnya terjadi dilema pada pribadi karena dihadapkan oleh dua keputusan,minum kopi lagi atau tidak minum kopi lagi.

jika minum kopi lagi maka akan pasti akan sakit lagi jika telat atau tidak minum kopi sama sekali pada waktu yang sama .

tapi jika memilih tidak berarti harus memiliki alternatif lain sebagai minuman lain dalam keseharian.sebab jika tidak minum 'air Panas '..naga Bonar mungkin akan Berkata Apa kata dunia hehehe..




Tapi dari apa yang kopral lewati,secara default keputusan akan selalu berakhir dengan MINUM KOPI LAGI..

tidak takut sakit kepala lagi ? ha.ha.ha..tentu tidak,karena jika itu terjadi kopral sudah tau cara ampuh mengatasinya,meskipun cara mengatasinya ini sering mendapat protes dan teguran,tapi..kopral tutup telinga saja,toh mereka yang menegur tidak akan pernah tau rasanya sakit yang kopral alami,


apa cara ampuhnya ? tidak lain dan tidak bukan dan sudah pasti adalah MINUM OBAT, ( anak kecil juga tau Kalleee.. ) obatnyapun tidak sembarangan obat sakit kepala,cuma ada satu yang kopral yakini ampuh sampai kini,obat sakit kepala ini Merknya PARAM*X ( Bukan Promosi ).

dan kopral minum dengan cara lain dan tidak seperti yang dianjurkan,cara kopral minum obat ini adalah menelan obat ini tanpa air putih seperti umumnya,ya kopral telan,dan kopral biarkan nyangkut ditenggorokan,hingga dinginnya menyebar ketenggorokan,nah kalo sudah begini 15 menit pasti dah kepala kopral normal lagi.stelah sembuh barulah minum air putih.



Entahlah ini artikel atau apa,yang pasti diatas adalah cerita kopral bersama si kopi.

tidak ada unsur menganjurkan atau sejenisnya terkecuali sebagai pengantar artikel tentang kopi itu sendiri..


tentunya kita semua sudah mengenal kopi  tapi tentang sejarah dan fakta tentang kopi itu sendiri mungkin masih ada diantara yang belum mengetahuinya



Ok dari berbagai sumber berikut ini adalah berbagai artikel tentang kopi yang mungkin perlu kita ketahui sebagai perbendaharaan pengetahuan umum kita.




KOPI


 

Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi.


Kata kopi sendiri berasal dari bahasa Arab qahwah yang   berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi.

Kata qahwah kembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda.

Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini.

Secara umum, terdapat dua jenis biji kopi, yaitu arabika (kualitas terbaik) dan robusta


Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan berenergi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benua  Afrika sekitar 3000 tahun (1000 SM) yang lalu.

Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat.

Indonesia sendiri telah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya Di samping rasa dan aromanya yang menarik,

kopi juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu empedu, dan berbagai penyakit jantung (kardiovaskuler).




Jenis-jenis minuman kopi



Minuman kopi yang ada saat ini sangatlah beragam jenisnya.Masing-masing jenis kopi yang ada memiliki proses penyajian dan pengolahan yang unik.

Berikut ini adalah beberapa contoh minuman kopi yang umum dijumpai:












  • Kopi hitam, merupakan hasil ektraksi langsung dari perebusan biji kopi yang disajikan tanpa penambahan perisa apapun.

  • Espresso, merupakan kopi yang dibuat dengan mengekstraksi biji kopi menggunakan uap panas pada tekanan tinggi.

  • Latte (coffee latte), merupakan sejenis kopi espresso yang ditambahkan susu dengan rasio antara susu dan kopi 3:1.

  • Café au lait, serupa dengan caffe latte tetapi menggunakan campuran kopi hitam.

  • Caffè macchiato, merupakan kopi espresso yang ditambahkan susu dengan rasio antara kopi dan susu 4:1.

  • Cappuccino, merupakan kopi dengan penambahan susu, krim, dan serpihan cokelat.

  • Dry cappuccino, merupakan cappuccino dengan sedikit krim dan tanpa susu

  • Frappé, merupakan espresso yang disajikan dingin.

  • Kopi instan, berasal dari biji kopi yang dikeringkan dan digranulasi.

  • Kopi Irlandia (irish coffee), merupakan kopi yang dicampur dengan wiski.

  • Kopi tubruk, kopi asli Indonesia yang dibuat dengan memasak biji kopi bersama dengan gula.

  • Melya, sejenis kopi dengan penambahan bubuk cokelat dan madu.

  • Kopi moka, serupa dengan cappuccino dan latte, tetapi dengan penambahan sirup cokelat.

  • Oleng, kopi khas Thailand yang dimasak dengan jagung, kacang kedelai, dan wijen.

Biji kopi

Dari sekian banyak jenis biji kopi yang dijual di pasaran, hanya terdapat 2 jenis varietas utama, yaitu kopi arabika (Coffea arabica) dan robusta (Coffea robusta). Masing-masing jenis kopi ini memiliki keunikannya masing-masing dan pasarnya sendiri.



Biji kopi arbika, jenis kopi dengan cita rasa terbaik.

Biji kopi arabika

Kopi arabika merupakan tipe kopi tradisional dengan cita rasa terbaik. Sebagian besar kopi yang ada dibuat dengan menggunakan biji kopi jenis ini.



Kopi ini berasal dari dan sekarang telah dibudidayakan di berbagai belahan dunia, mulai dari Amerika Latin, Afrika Tengah, Afrika Timur, India, dan Indonesia.Secara umum, kopi ini tumbuh di negara-negara beriklim tropis atau subtropis. Kopi arabika tumbuh pada ketinggian 600-2000 m di atas permukaan laut. Tanaman ini dapat tumbuh hingga 3 meter bila kondisi lingkungannya baik. Suhu tumbuh optimalnya adalah 18-26 oC. Biji kopi yang dihasilkan berukuran cukup kecil dan berwarna hijau hingga merah gelap.Biji kopi robusta, jenis kopi kelas 2.

Biji kopi robusta

Kopi robusta pertama kali ditemukan di Kongo pada tahun 1898.

Kopi robusta dapat dikatakan sebagai kopi kelas 2, karena rasanya yang lebih pahit, sedikit asam, dan mengandung kafein dalam kadar yang jauh lebih banyak. Selain itu, cakupan daerah tumbuh kopi robusta lebih luas daripada kopi arabika yang harus ditumbuhkan pada ketinggian tertentu.

Kopi robusta dapat ditumbuhkan dengan ketinggian 800 m di atas permuakaan laut.

Selain itu, kopi jenis ini lebih resisten terhadap serangan hama dan penyakit. Hal ini menjadikan kopi robusta lebih murah.Kopi robusta banyak ditumbuhkan di Afrika Barat, Afrika Tengah, Asia Tenggara, dan Amerika Selatan.



Kopi luwak



Jenis kopi yang lain merupakan turunan atau subvarietas dari kopi dan robusta. Biasanya disetiap daerah penghasil kopi memiliki keunikannya masing-masing dan menjadikannya sebagai suatu subvarietas.Salah satu jenis kopi lain yang terkenal adalah kopi luwak asli Indonesia.



Kopi luwak merupakan kopi dengan harga jual tertinggi di dunia. Proses terbentuknya dan rasanya yang sangat unik menjadi alasan utama tingginya harga jual kopi jenis ini.


Pada dasarnya, kopi ini merupakan kopi jenis arabika. Biji kopi ini kemudian dimakan oleh luwak atau sejenis musang. Akan tetapi, tidak semua bagian biji kopi ini dapat dicerna oleh hewan ini. Bagian dalam biji ini kemudian akan keluar bersama kotorannya.Karena telah bertahan lama di dalam saluran pencernaan luwak, biji kopi ini telah mengalami fermentasi singkat oleh bakteri alami di dalam perutnya yang memberikan cita rasa tambahan yang unik.

Peranan dalam tubuh 

Kandungan kafein dalam kopi memiliki efek yang beragam pada setiap manusia. Beberapa orang akan mengalami efeknya secara langsung, sedangkan orang lain tidak merasakannya sama sekali.

Hal ini terkait dengan sifat genetika yang dimiliki masing-masing individu terkait dengan kemampuan metabolisme tubuh dalam mencerna kafein.

Metabolisme kafein terjadi dengan bantuan enzim sitokrom P450 1A2 (CYP1A2).

Terdapat 2 tipe enzim, yaitu CYP1A2-1 dan CYP1A2-1.[24] Orang yang memiliki enzim CYP1A2-1 mampu mematabolisme kafein dengan cepat dan efisien sehingga efek dari kafein dapat dirasakan secara nyata.


Enzim CYP1A2-2 memiliki laju metabolisme kafein yang lambat sehingga kebanyakan orang dengan tipe ini tidak merasakan efek kesehatan dari kafein dan bahkan cenderung menimbulkan efek yang negatif.

Kopi banyak dikonsumsi oleh para atlet sebelum bertanding.



Banyak isu yang berkembang mengenai efek negatif meminum kopi bagi tubuh, seperti meningkatnya risiko terkena kanker, diabetes melitus tipe 2, insomnia, penyakit jantung, dan kehilangan konsentrasi.

Beberapa penelitian justru menyingkapkan hal sebaliknya. Kandungan kafein yang terdapat di dalam kopi ternyata mampu menekan pertumbuhan sel kanker secara bertahap.

Selain itu, kafein mampu menurunkan risiko terkena diabetes melitus tipe 2 dengan cara menjaga sensitivitas tubuh terhadap insulin.

 Kafein dalam kopi juga telah terbukti mampu mencegah penyakit serangan jantung.

 Pada beberapa kasus, konsumsi kopi juga dapat membuat tubuh tetap terjaga dan meningkatkan konsentrasi walau tidak signifikan.

 Di bidang olahraga, kopi banyak dikonsumsi oleh para atlet sebelum bertanding karena senyawa aktif di dalam kopi mampu meningkatkan metabolisme energi, terutama untuk memecahkan glikogen (gula cadangan dalam tubuh).

Selain kafein, kopi juga mengandung senyawa antioksidan dalam jumlah yang cukup banyak.

Adanya antioksidan dapat membantu tubuh dalam menangkal efek pengrusakan oleh senyawa radikal bebas, seperti kanker, diabetes, dan penurunan respon imun.

Beberapa contoh senyawa antioksidan yang terdapat di dalam kopi adalah polifenol, flavonoid, proantosianidin, kumarin, asam klorogenat, dan tokoferol.Dengan perebusan, aktivitas antioksidan ini dapat ditingkatkan.


( sumber : Wikipedia )





Fakta terakhir tentang Kopi :





Kopi merupakan minuman yang cukup dikenal umat manusia. Tak seorangpun tak mengenal kopi. Minuman ini sudah dikenal di mana-mana sejak ratusan tahun lalu. Begitu terkenalnya kopi sampai timbul istilah coffe break atau "rehat kopi" di setiap acara resmi seperti seminar, lokakarya, rapat, dll. Saat itu para tamu atau peserta beristirahat sebentar untuk menikmati kue-kue samnbil minum secangkir kopi atau teh. Sementara dalam kehidupan sehari-hari, kopi seringkali dijadikan pendamping sarapan pagi.



Sekalipun demikian mungkin jarang kita mengamati apa manfaat atau dampak negatif kopi bagi kesehatan. Paling-paling yang kita tahu setelah minum kopi badan terasa segar dan rasa kantuk hilang.

Menurut analisis kedokteran, dalam kopi terdapat sejenis senyawa kimia xantin. Derivat senyawa ini meliputi caffein, teofilin dan teobromin dalam coklat.



Kafein ternyata dapat menimbulkan perangsangan terhadap susunan saraf pusat (otak),sistem pernapasan, serta sistem pembuluh darah dan jantung. Sebab itu tidak heran setiap minum kopi dalam jumlah wajar (1-3 cangkir), tubuh kita terasa segar. bergairah, daya pikir lebih cepat, tidak mudah lelah atau mengantuk. Dampak positif ini menyebabkan orang sulit terlepas dari kebiasaan minum kopi.



Namun, sebenarnya manfaat di atas tidak berlaku bagi seseorang yang pekerjaannya memerlukan ketelitian, kerapian, serta ketetapan menghitung, seperti matematika, menggambar atau melukis. Sebaliknya, minum kopi lebih tepat bagi orang yang belajar ilmu-ilmu sosial atau menghapal. Minumlah sekitar setengah sampai satu jam sebelum aktivitas belajar atau menghapal dimulai.

caffein acap kali juga dijadikan salah satu bahan pelengkap pada obat sakit kepala. Pasalnya, caffein memiliki kemampuan mempersempit pembuluh darah ke otak (vasokonstriksi) sehingga pelebaran pembuluh darah di daerah otak yang menyebabkan penyakit kepala bisa ditanggulangi. Bahkan, senyawa xantin dalam dosis rendah mampu merangsang susunan saraf yang sedang depresi, misalnya akibat penyalahhgunaan narkoba atau kecanduan alkohol. Sehingga muncul pendapat bahwa caffein dapat memperbaiki fungsi mental penderita yang keracunan alkohol. Lebih jauh, caffein ternyata dapat menetralisir asam lemak dalam darah.



Sayangnya, kebiasaan minum kopi acap kali memunculkan efek "kecanduan" baik secara psikologis maupun fisiologis. Ciri umum ketergantungan kopi antara lain rasa letih atau lelah, tak bersemangat dan mengantuk kalau seharian saja tidak minum kopi. Yang wajar adalah mengkonsumsi kopi sebanyak 85-200 mg atau 1-3 cangkir kopi. Namun, minum kopi diatas 250 mg sekaligus dapat menyebabkan gangguan kesehatan, seperti jantung berdebar, gelisah, insomnia (sulit tidur), gugup tremor (tangan bergetar), bahkan mual sampai muntah-muntah.



Minum kopi juga bebahaya bagi penderitaan hipertensi (tekanan darah tinggi) karena senyawa caffein bisa menyebabkan tekanan darah meningkat tajam. Selain itu, kopi juga bisa meningkatkan aliran darah ke ginjal dengan akibat produksi urin bertambah. Jadi, jangan heran kalau tak lama sehabis mengkonsumsi kopi kandung kencing cepat penuh.



Minum kopi terlalu banyak bisa pula mengurangi kesuburan wanita, apalagi kalau dikombinasikan dengan alkohol. Bagi wanita usia menopouse, minum kopi dalam jumlah banyak bisa menambah resiko kekeroposan tulang (osteoporosis).



Dalam Reader's Digest edisi Desember 1994, yang mengutip laporan penelitian yang di biayai The USA National Institute of Child Health and Human Development dan The US Institute on Drug Abuse, memberitakan bahwa wanita yang mengkonsumsi 300mg kafein setiap harinya memiliki kesempatan 27 persen lebih rendah untuk hamil dibandingkan dengan mereka yang terbebas darinya. Meski mekanismenya belum diketahui pasti, sebuah hipotesis menyatakan, kemungkinan substansi ini dapat menurunkan level hormon---semisal estrogen---hingga mempengaruhi ovulasi.



Situasi lainnya diungkapkan oleh Physicians Commitee For Responsible Medicine dalam Healthy Eating for Life to Prevent and Treat Cancer. Walau kaitan antara kopi dan resiko terkena kanker belom jelas, beberapa studi memperkirakan kemungkinan kopi mempengaruhi DNA dan meningkatkan resiko terkena kanker kandung kemih dan ovarian. Selain itu, minum kopi yang sangat panas dapat memberi efek kerusakan pada sel dalam mulut dan kerongkongan, yang jika dilakukan berulang kali dapat mencetuskan kanker pada bagian tersebut.



Demikian halnya laporan para peneliti dari Harvard School of Public Health, sebagaimana dicatat Balch dan Stengler dalam Prescription for Natural Cures. Walau menyisakan tanda tanya ihwal kejadiannya, mereka menemukan, wanita yang mengonsumsi 5-7 gr kafein per bulan (setara dengan dua cangkir kopi per hari) memiliki kemungkinan dua kali lipat terkena endrometriosis daripada yang tidak mengonsumsi kafein.



Masalah dampak kopi kasar atau tidak disaring iini dipelajari oleh sejumlah peneliti di Belanda. Mereka mengamati tingginya kadar homosistein dalam darah pecandu kopi. Homosistein merupakan substansi yang terbentuk pada saat tubuh mengeluarkan protein. Padahal peningkatan homosistein berhubungan erat dengan resiko penyakit jantung.



Meski belum jelas bagaimana persisnya asam amino esensial mengganggu jantung, sudah terbukti bahwa zazt tersebut acap kali menyebabkan timbulnya luka di berbagai lapisan dalam pembuluh darah arteri dan selanjutnya menjadi tempat menumpuknya asam lemak dan kalsium. Timbunan ini bisa mengakibatkan pergeseran dinding pembuluh darah arteri (arterioklerosis).

Disisi lain menurut Dr. Elvina Karyadi, ahli gizi, homosistein dibutuhkan tubuh untuk berbagai reaksi biokimia, terutama dalam proses perubahan metionin menjadi sistationin dan berperan dalam membentuk propionilkoa (substansi yang berperan dalam metabolisme lemak dan karbbohidrat), asalkan kadarnya tidak tinggi. Kadar normalnya 7-22 ug mol/ L.



Seorang peneliti Belanda menambahkan, dua minggu setelah setiap hari minum enam cangkir kopi, konsentrasi homosistein seseorang naik 10% dari angka normal. Begitu juga kadar kolesterol dan trigliserida. Namun, kenaikan ini tidak permanen. Bila kopi dihentikan dan keadaan tubuh sehat, kalebihan homosistein dapat secara alami normal kembali. Selain dengan mengurangi caffein, kenaikan kadar homosistein dapat pula dicegah dengan mengurangi konsumsi protein hewani yang banyak mengandung metionin.



Bila dalam sehari minum 1,360 g kopi kasar (sekitar 6-7 cangkir), diperkirakan resiko untuk terkena serangan jantung atau stroke naik 10%. Selain itu kadar vitamin b6 bisa berkurang sampai 21%.



Atas dasar itu alangkah baiknya tidak minum kopi, khususnya bagi mereka yang beresiko tinggi penyakit jantung. Kalau pun harus minum kopi, untuk kita sebaiknya hanya 1-3 cangkir sehari (standar untuk orang eropa 3-5 cangkir). Itu pun tidak saat menjelang tidur. Kopi bisa digantikan segelas air jeruk, sayuran hijau, disertai konsumsi vitamin B6 dan B12 jenis-jenis makanan dan minuman ini tidak mengandung seng dan kafein tapi tinggi mineral, vitamin serta asam folat. Padahal vitamin B6, B12 dan asam folat sangat berperan dalam menurunkan kadar homosistein dalam tubuh, sehingga penyakit jantung koroner pun bisa dihindari.




Kopral sudah terlalu banyak membaca tentang "akibat dan efek samping" dari Minum kopi,untuk itu Kopral Memutuskan untuk berhenti membaca artikel yang "memojokkan Kopi" sebab Kopral Cinta Kopi.